Konsultasi Manajemen Tahfidz

Bagi saudara-saudaraku seiman (santri, mahasiswa, pedagang, PNS, orang biasa) yang telah, sedang, mau menghafalkan al-Quran, mari kita berbagi di sini. Saling tukar pengalaman atau menanyakan problem dan kesulitan yang dihadapi. Siapa tahu ini menjadi jembatan dikaruniainya kita oleh Allah menjadi penghafal Quran atau anak kita atau mungkin cucu kita, Amin.

Pertanyaan 8 Februari 2010

Assalamu’alaikum ustadz,..
Alhamdulillah saya khatam AlQur’an pd tahun 2005 dan digembleng untuk mengikuti tasyakuran (wisuda alQur’an) pd tahun 2006, tahun 2007 saya juga melakukan riyadhoh (stiap hari khatam dgn berpuasa selama 41 hari). Tapi ustadz, yang masih mengganjal sampai sekarang, saya belum bisa menghafal urutan surat. Padahal urutan surat termasuk hal yang urgent bagi huffazh. Mohon saran dan masukan antum. Satu lagi ustadz, bagaimana cara yang enjoy melancarkan surat Al-Qomar. Jazakumullah ahsanal jaza’ Read more »

BELAJAR DARI KISAH ‘UNWAN

Ilmu bukanlah yang Anda peroleh melalui proses belajar-mengajar, tetapi ilmu adalah cahaya yang dicampakkan Tuhan ke dalam hati seseorang yang dikehendaki-Nya untuk memperoleh petunjuk. Maka bila engkau hendak memperolehnya, maka wujudkanlah terlebih dahulu hakikat penghambaan diri kepada Allah. (Ja’far ash Shadiq)”
Pada suatu hari, datang seorang tua berusia sekitar 94 tahun bernama ‘Unwân dan yang terbiasa – sejak bertahun-tahun – duduk di majelis Ta’lim Imam Malik di Madinah. Orang tua itu – kali ini datang menemui Ja‘far ash-Shâdiq (122 H/740M) yang ketika itu baru datang ke Madinah dan ingin menjauh dari hiruk-pikuk politik, apalagi ia seorang tokoh yang dinilai dapat mengganggu stabilitas pemerintahan ketika itu. “Aku bermohon kepada Allah, kiranya Dia menjadikan tuan berkenan mengajar saya sedikit dari ilmu tuan.” Demikian ‘Unwan menjelaskan maksud kunjungannya. Read more »

MENGHAFAL AL-QURAN DI USIA DEWASA, SIAPA TAKUT? (2)

Oleh Syafaat

Kekhawatiran kadang muncul seiring keinginan untuk menghafal. Khawatir tidak bisa tuntas lantaran daya ingat dan daya fisik menurun. Khawatir tidak memiliki banyak waktu untuk menuntaskan hafalan. Khawatir tidak mampu menjaga usai hafal, dan seterusnya. Sebagai orang beriman, kita harus yakin bahwa setiap ada kemauan di situ akan ada jalan, Allah berfirman (QS. Al-Ankabut:69):

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

Dan mereka yang bersungguh-sungguh di jalan kami, maka akan kami tunjukkan jalannya.

Allah juga akan selalu memantau upaya (proses) kita untuk menciptakan kebaikan itu dan bukan hasil dari upaya. Hasil akhir dari semua upaya manusia itu disebut qadar, dan itu menjadi hak prerogatif Allah semata. Read more »

PASANGAN HARMONIS DENGAN SEPULUH LASYKAR AL-QURAN

Oleh Syafaat

Pertama kali saya membaca, hampir saya tidak percaya bahwa ada satu keluarga yang mampu mengantarkan ke sepuluh putra-putrinya menjadi penghafal al-Quran. Setelah melihat foto-fotonya dan deskripsi prestasi mereka, saya menjadi percaya 100%.

Adalah keluarga dari Bapak Mutammimul Ula (Beliau anggota DPR RI komisi III dari Fraksi PKS 2004-2009) yang dikarunia 11 putra-putri (1 meninggal). Keluarga harmonis ini layak diberi gelar “Lasykar Al-Quran”. Hebatnya kesepuluh anak tersebut, semuanya sudah dan sedang menghafal al-Quran sejak usia dini. Lebih hebat lagi, subhanallah, kesepuluh anak tersebut berprestasi di sekolahnya masing-masing. Berikut ini profil dari kesepuluh anak tersebut: Read more »

MENGHAFAL AL-QURAN DI USIA DEWASA, SIAPA TAKUT? (1)

Oleh Syafaat

Belakangan ini saya sering ditanya beberapa teman perihal keinginan mereka untuk menghafal al-Quran di usia dewasa (sekitar 20 – 50 tahun). Fenomena ini cukup marak belakangan ini, sampai-sampai salah seorang dosen saya di S3 UIN Malang dengan usia di atas 50 tahun, padahal selama ini dipandang berpikiran liberal, mengatakan:  “saya sekarang menghafalkan al-Quran, berapapun dapatnya tidak masalah, sebab Allah menghargai proses bukan hasil. Cita-cita saya sebelum meninnggal, kalau bisa semua ayat al-Quran sudah pernah dihafal.” Demikian juga salah seorang pembantu rektor di Universitas Negeri Malang, secara implisit bertanya pada saya tentang tata cara menghafal dan menjaga al-Quran di usia dewasa.

Dua tahun yang lalu, saya mengikuti acara khataman di rumah P. Asrukin (pegawai Perpustakaan UM), di sana bertemu orang “sepuh” dari Kepanjen Malang yang sedang menghafal al-Quran sejak usia 55 tahun, waktu itu baru dapat menghafal 25 juz. Di Pesantren Darul Quran Singosari Malang, juga pernah kedatangan santriwati berusia 50-an tahun dari Jember.

Cerita di atas menggambarkan betapa ada banyak orang yang ingin menghabiskan sisa usianya untuk berkhidmat pada Allah melalui Al-Quran. Saya sendiri pernah merenung, saat baru lulus dari Madrasah Aliyah dulu: “apa kelak yang akan saya lakukan ketika mata sudah tak jelas memandang, ketika tenaga tak lagi kuat untuk bekerja, ketika semua kebutuhan materi dan cita-cita sudah terpenuhi, dan ketika hidup sudah diintip maut? Saya teringat pesan guru bahwa orang yang banyak hafalan al-Quran tidak akan pikun di usia senja dan tak akan pernah kesepian dalam situasi apapun. Lalu terbersit dalam pikiran, saya harus menghafal selagi masih diberi kekuatan, tuntutan kuliah dan nikah antri dulu di belakang. Apa yang saya renungkan, mungkin juga sama dengan renungan banyak orang sehingga usia tidak lagi halangan untuk mulai menghafal al-Quran.

Hafal al-Quran adalah sebuah anugerah agung yang tak ternilai dengan apapun. Segala unsur pendukungnya juga anugerah seperti niat/motivasi untuk menghafal. Tidak semua orang dikarunia keinginan (Himmah) untuk itu. Himmah inilah yang akan mengobarkan api semangat dalam jiwa, ia akan mengalahkan kepentingan apapun. (bersambung)

Mushafahah, Salah Satu Penentu Sukses

Tahukah Anda, sebuah studi akademik yang dilakukan oleh Universitas Iowa, Amerika Serikat telah menyimpulkan bahwa jabat tangan (mushafahah) yang mantap dan kuat adalah bagian dari sukses seseorang. Khususnya, saat ia berjuang melewati tahap wawancara dalam proses rekrutmen pekerjaan. Sebaliknya, jabat tangan yang dingin dan ragu-ragu bisa mengakhiri harapan diterima dalam sebuah pekerjaan, bahkan sebelum interview dimulai. Read more »

ISTIGHFARKU UNTUK WAKTU

Oleh Syafaat

Tak ku sadari…………………………

waktu melejit terlampau cepat

perjalanannya begitu dahsyat

mengantarkan manusia di puncak kemulian

Pun waktu jua yang menjerumuskan mereka ke jurang nista

Mengapa………………….

Sering ku katakan “nanti saja” meski tak sibuk

Sering ku katakan ”besok saja”  walau tak penat

Masa lalu kerap menghantui pandanganku

Prestasiku yang semu juga membiusku untuk melangkah Read more »